Wednesday , October 10 2018
Home / Wisata Kota Jogja / Borobudur, Atlantis yang hilang

Borobudur, Atlantis yang hilang

Menjulang di atas bukit, bangunan yang tersusun atas batuan andesit ini menyisakan kisah tiada berujung. Tafsir bermunculan ketika bangunan ini kembali ditemukan setelah sempat terlupakan dalam rentang waktu yang panjang.

Batu yang berkisah
Apa yang membuat Borobudur begitu istimewa? tentu saja susunan bangunannya. Selain itu pahatan relief yang menghiasi permukaan dinding dan langkan-langkan luas sekitar 2.500 meter persegi juga sangat menarik untuk disimak. Relief-relief tadi bukan hanya sekedar hiasan candi, tapi merupakan cerita yang tertatah di dalam kotak-kotak ber-pigura.

Candi agung ini memiliki 1.460 panel relief yang bercerita. Seluruh panel relief ini tersusun dalam sebelas deretan yang mengitari bangunan candi.

Deretan pertama relief cerita terdapat pada dinding kaki candi yang terselubung. Kesepuluh deretan relief cerita lainnya terkumpul di bagian rupadhatu. Membaca relief cerita harus dilakukan dari kanan ke kiri. Pembacaan senantiasa dimulai dan berakhir pada pintu gerbang sisi timur di setiap tingkat.

Misteri dibalik Borobudur
Misteri sepertinya tak pernah habis melingkupi Candi Borobudur. Bangunan bersejarah terbesar di Asia Tenggara ini seperti menawarkan kepingan-kepingan teka-teki yang tiada habis-habisnya. Boleh jadi sang arsitek tidak akan menyangka bahwa bangunan di atas bukit ini memancing sejumlah tafsir yang terus menerus mengasah kemampuan generasi penerus.

Menurut versi resmi, Candi berbentuk stupa ini didirikan oleh para penganut agama Buddha Mahayana sekitar tahun 800-an Masehi pada masa pemerintahan wangsa Syailendra. Namun selain versi resmi tersebut tidak henti-hentinya bermunculan versi-versi lain yang menghebohkan. Yang lumayan menarik perhatian adalah ketika pada tahun 2005 Aryso Santos seorang peniliti asal Brasil menghubungkan Borobudur dengan hilangnya Benua Atlantis dalam bukunya yang berjudul : The Lost Continent Finally Found, The Definitifve Localization of Plato’s Lost Civilization.

 

atlantis city

Ilustrasi Kota Atlantis. Polanya mirip konsep bangunan Borobudur

Aryso Santos menampilkan 33 perbandingan, seperti luas wilayah, cuaca, kekayaan alam, gunung berapi, dan cara bertani, yang akhirnya menyimpulkan bahwa Atlantis itu adalah Indonesia. Sistem terasisasi sawah yang khas Indonesia, menurutnya, ialah bentuk yang diadopsi oleh Candi Borobudur, Piramida di Mesir, dan bangunan kuno Aztec di Meksiko.

Santos juga menetapkan bahwa pada masa lalu itu Atlantis merupakan benua yang membentang dari bagian selatan India, Sri Lanka, Sumatra, Jawa, Kalimantan, terus ke arah timur dengan Indonesia (yang sekarang) sebagai pusatnya. Di wilayah itu terdapat puluhan gunung berapi yang aktif dan dikelilingi oleh samudera yang menyatu bernama Orientale, terdiri dari Samudera Hindia dan Samudera Pasifik.

Selain teori Aryso Santos pernah juga muncul teori lain yang menduga bahwa Borobudur bukan dibangun pada tahun 800-an Masehi, tapi sudah dibangun jauh sebelum masa Wangsa Syailendra. Adalah KH. Fahmi Basya, seorang ahli matematika Islam yang menghubungkan Borobudur dan Candi Boko dengan kisah pindahnya singgasana Ratu Balqis di jaman Nabi Sulaiman.

Tidak tanggung2 KH Fahmi Basya memberikan 40 bukti eksak, mulai dari pelat emas yang ditemukan di pemandian Ratu Boko dengan pesan “basmallah”, adanya hutan Saba (yang sekarang dinamakan Wonosobo, dimana wono artinya hutan), lokasi yang dinamakan dengan Sleman (diyakin sebagai asal kata Sulaiman) , relief unik di Borobudur seperti seorang wanita yang berjalan di kolam penuh ikan, relief lelaki yang berbicara dengan burung, relief pria yang bertelekan pada sebuah tongkat, adanya sarang semut, ratu yang memimpin kerajaan, buah yang luar biasa pahit, altar penyembahan matahari, bagian istana yang dipindahkan,  dan lain2. Jika Aryso Santos harus membandingkan dengan banyak kandidat Atlantis, seperti Sardinia, Kreta, Santorini, Sisilia, Siprus dan Malta, maka sebaliknya KH Fahmi Basya cukup membandingkan dengan Yaman yang selama ini diduga sebagai asal ratu Saba.

Benar tidaknya teori-teori tersebut tentunya semakin memperkuat bahwa Indonesia adalah wilayah yang sangat istimewa dimata dunia. Dengan demikian tentu harus membuat kita bersyukur. Membuat kita tidak rendah diri di dalam pergaulan internasional.

Bagi yang Gila Wisata, kisah-kisah yang penuh misteri ini tentunya membuat Candi Borobudur menjadi tujuan Wisata yang sangat layak untuk didatangi.

So, siapkan rencana liburan anda untuk menjelajahi misteri peninggalan bersejarah yang sangat istimewa ini.

About Ngulon

Check Also

Pantai Sengigi

Indahnya Pantai Senggigi Pulau Lombok

Pantai Senggigi adalah tempat pariwisata yang terkenal di Pulau Lombok. Letaknya di sebelah barat pesisir …

DAGO DREAMPARK – Wisata Nuansa hutan Pinus di Bandung (FULL HD)

Untuk bisnis, Bandung telah terus memberikan atraksi baru. Bandung sebagai kehadiran tempat wisata baru yang …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.