Wednesday , February 19 2020

15 Tempat Wisata di Cirebon yang Wajib Dikunjungi

Cirebon memiliki sejumlah tempat wisata yang tidak kalah dengan destinasi liburan favorit lainnya seperti Bandung, Yogya atau Bogor. Sebuah kota yang terkenal dengan mangga gedong gincong telah dipilih oleh banyak wisatawan sebagai tujuan wisata belakangan ini. Setiap musim liburan panjang, Cirebon tiba-tiba membanjiri banyak wisatawan dari luar kota.

Peningkatan kedatangan wisatawan ke Cirebon dalam beberapa tahun terakhir tidak luput dari perkembangan ekonomi dan perkembangannya yang agak cepat. Sejak pembukaan jalan tol Cipali, jarak ke Cirebon menjadi lebih besar.

Tidak hanya itu, kehadiran sejumlah besar akomodasi di semua bagian kota juga memberikan kenyamanan dan kemudahan bagi wisatawan. Nah, bagi Anda yang berencana mengunjungi Kota Udang, ada sejumlah tempat wisata yang direkomendasikan di Cirebon yang patut dikunjungi. Apa yang kamu lakukan Lihat deskripsi lengkap di bawah ini.

1. Istana Kasepuhan

Keraton Kasepuhan

Keraton Kasepuhan

Kasepuhan Keraton adalah objek wisata Cirebon pertama yang harus Anda kunjungi, terutama jika Anda tertarik dengan sejarah Cirebon. Istana di Cirebon dibangun pada 1529 oleh Pangeran Mas Mohammad Arifin yang kebetulan adalah cicit dari Sunan Gunung Jati.

Istana, awalnya disebut Istana Pakungwati, dibangun sebagai pusat pemerintahan Cirebon di masa lalu. Nama objek wisata di Cirebon kemudian diubah menjadi Istana Kasepuhan setelah pembagian istana pada masa pemerintahan Pangeran Mertawijaya, yang dikenal sebagai Sultan Sepuh Mohammad Syamsudin Mertawijaya.

Jadi apa yang bisa dilihat di Keraton Kasepuhan?

Anda dapat mengunjungi Museum Istana dan melihat berbagai peninggalan bersejarah seperti kereta emas, gamelan 1426, lukisan kuno Prabu Siliwangi, tamburitza karya Sunan Kaliaga, hingga meriam mini. Anda juga dapat menjelajahi daerah Keraton dan mengamati arsitekturnya yang memiliki nilai filosofis tinggi. Kasepuhan Cirebon Keraton terletak di Jalan Kasepuhan Nomor 43, Lemahwutut, Kota Cirebon.

2. Istana Kanoman

Istana Kanoman

Istana Kanoman

Istana Kanoman adalah tujuan wisata bersejarah di Cirebon yang tidak kalah menarik dari Istana Kasepuhan. Meskipun telah mengalami banyak renovasi, Istana Kanoman masih mempertahankan dekorasi dan gaya arsitektur Jawa dan Cina yang mengandung nilai sejarah perkembangan kerajaan Islam di Indonesia. Berbagai koleksi benda bersejarah seperti lukisan, kerajinan keramik, dan kereta Cancana Paksi Naga Liman yang legendaris dapat ditemukan di situs wisata ini di Cirebon.

Sejak didirikan pada 1678, Istana Kanoman masih memegang tradisi dan tradisinya hingga saat ini. Salah satu tradisi istana yang paling terkenal adalah Ritual Amulet Panjang, yang biasanya diadakan setiap bulan Maulid. Ritual jimat panjang dimulai dengan pembilasan pusaka milik Istana Kanoman selama 40 hari, diikuti oleh prosesi ahli waris dan pegunungan hasil bumi dari Balai Jinem ke Masjid Kanoman. Prosesi ini selalu diharapkan oleh warga dan wisatawan Cirebon. Selain memiliki nilai filosofis yang tinggi, Ritus Long Jimat juga bisa menjadi ajang rasa terima kasih kepada penduduk di sekitar Istana Kanoman.

Istana Kanoman buka setiap hari untuk wisatawan mulai pukul 09: 00-17: 00. Pengunjung hanya perlu membayar tiket Rp 7000 untuk menikmati wisata bersejarah Istana Kanoman.

3. Masjid Grand Sang Cipta Ras

Masjid Grand Sang Cipta Ras

Masjid Grand Sang Cipta Ras

Masjid tertua di Cirebon terletak di kompleks Keraton Kasepuhan. Arsitektur Masjid Agung Cipta Cipta telah didominasi oleh pengaruh Kerajaan Islam di masa lalu. Fitur-fitur ini bisa dilihat dari atap masjid yang tidak memuncak seperti masjid-masjid lainnya pada umumnya di Pulau Jawa.

Pada pandangan pertama, masjid ini mungkin tidak tampak begitu istimewa. Meski mungkin tampak sederhana, ada cerita menarik di balik pembangunan masjid ini. Dalam hal ini, ratusan tokoh penting dari kerajaan Demak, Majapahit dan Cirebon berpartisipasi dalam pembangunan Masjid Sang Cipta Rasa. Sunan Gunung Jati bahkan menunjuk Sunan Kaliag untuk merancang arsitektur masjid.

Selain gaya arsitektur yang masih awet, ada satu tradisi yang masih digelar di masjid Sang Cipta Rasa, seruan sholat. Azan pitu adalah ritual Azan yang dilakukan bersamaan oleh tujuh muazin. Kue Azan biasanya digemakan dengan doa Jumat di Masjid Agung Cipta Cipta.

4. Makam Sunan Gunung Jati

Makam Sunan Gunung Jati

Makam Sunan Gunung Jati

Makam Sunan Gunung Jati sering digunakan sebagai tujuan wisata religius bagi wisatawan Jawa. Di lokasi wisata di Cirebon ini Anda akan merasakan suasana yang meriah berkat nyanyian ayat-ayat suci yang bergema di seluruh kompleks makam Sunan Gunung Jati. Gaya arsitektur Cina, Jawa dan Arab berpadu sempurna untuk menciptakan harmoni yang memukau. Berbagai ornamen porselen khas Cina menempel di dinding makam.

Daya tarik lain dari kompleks makam Sunan Gunung Jati adalah keberadaan sembilan gerbang yang tersusun dalam struktur berjenjang. Namun, pengunjung hanya diperbolehkan masuk hingga lima pintu, karena pintu berikutnya hanya untuk keturunan Sunan Gunung Jati.

Kompleks Makam Sunan Gunung Jati terletak di Jalan Alun-alun Astana Gunung Jati 53, Desa Astana, Kabupaten Gunung Jati.

5. Taman Sari Gua Sunyaragi

Gua Taman Sari Sunyaragi

Gua Taman Sari Sunyaragi

Dalam beberapa tahun terakhir, minat wisatawan untuk mengunjungi Sari Gua Sunyaragi yang gelap telah meningkat. Berkat renovasi area taman dan pertunjukan artistik setiap tahun, tujuan wisata di Cirebon ini tidak lagi terlihat seperti objek wisata yang diabaikan.

Taman yang memiliki serangkaian gua dulunya menjadi tempat meditasi bagi para pemimpin kerajaan atau istana perang. Keaslian bangunan batu kuno di Gua Sunyaragi masih terasa begitu murni hingga saat ini. Warga setempat sering menjadikan tempat wisata di Cirebon sebagai tempat berburu foto.

Taman Sari Gua Sunyaragi juga sering digunakan sebagai tempat pertunjukan musik, balet, hingga pembukaan Festival Keraton Nusantara, yang berlangsung setahun sekali. Bahkan, baru-baru ini pengelola Taman Sari Gua Sunyaragi juga meluncurkan balon udara panas untuk menarik wisatawan agar lebih nyaman di sini.

Tertarik mengunjungi tempat wisata Cirebon? Hanya datang ke lokasi Anda di Jalan Sunyaragi, Kecamatan Kesambi, Cirebon. Taman Sari Gua Sunyaragi terbuka untuk umum setiap hari pada pukul 8: 00-17: 30.

6. Tanah Air Cirebon Taman Ade Irma Suryani

Tanah Air Cirebon Taman Ade Irma Suryani

Tanah Air Cirebon Taman Ade Irma Suryani

Taman Ade Irma Suryani (TAIS) dikenal sebagai taman hiburan untuk anak-anak pada 1990-an. TAIS diabaikan sebelum akhirnya diubah menjadi taman air bernama Cirebon Waterland. Sejak dibuka pada tahun 2014, objek wisata ini di Cirebon telah menjadi tujuan wisata utama bagi penduduk Cirebon dan tempat-tempat sekitarnya. Kehadiran gubuk ikonik seperti yang ditemukan di Dusun Bambu Lembang dan restoran bergaya perahu menjadi daya tarik bagi wisatawan, terutama pecinta fotografi.

Dengan pondok dan restoran ikonik, Waterland Cirebon patut dicoba bersama bayi Anda. Resor wisata di Cirebon ini juga memiliki taman bermain anak-anak yang dilengkapi dengan berbagai wahana permainan dan tempat foto yang menarik.

Perairan Cirebon terletak di Jalan Yos Sudarso 1, Lemahwutut, Cirebon. Objek wisata ini buka setiap hari dari jam 7 pagi sampai jam 9 malam, dengan harga masuk Rp 50.000 dan akhir pekan spesial Rp 65.000.

7. Bukit Gronggong

Bukit Gronggong

Bukit Gronggong

Cirebon juga memiliki tujuan wisata dengan pemandangan malam yang indah, yang disebut Bukit Gronggong. Bukit Gronggong adalah lokasi nongkrong favorit bagi para pemuda Cirebon dan tempat-tempat sekitarnya. Di daerah Bukit Gronggong, Anda dapat menikmati pemandangan indah Cirebon di malam hari dari ketinggian sambil duduk di bangku menikmati minuman panas di cuaca bukit yang dingin.

Sekarang sudah ada banyak restoran dan penginapan di kawasan wisata Cirebon yang menawarkan panorama bukit yang menawan. Jadi berlibur bersama keluarga dan teman bisa jadi lebih menyenangkan. Bagi Anda yang tertarik menikmati pemandangan malam khas Bukit Gronggong yang terletak di daerah Patapan, Beber, Cirebon, Anda hanya perlu membayar Rp 2.000 untuk kendaraan roda dua dan 5.000 untuk mobil.

8. Danau Remiš

Danau Remis

Danau Remis

Danau Remis menawarkan pemandangan alam segar khas kaki bukit Gunung Ciremai bagi Anda yang ingin bersantai dari aktivitas sehari-hari yang padat. Terletak sekitar 20 kilometer dari pusat kota Cirebon, tepat di Kaduela, Kuninganu, Telaga Remis dianggap sebagai Gurun Raja Siliwangi di masa lalu.

Nama Danau Remis, yang dalam bahasa Sundan berarti embun, berasal dari kisah Prabhu Siliwangi, yang menggunakan embun sebagai air minum ketika tertutup di daerah yang dulunya tandus. Raja kemudian membuang embun yang tersisa, berdoa agar daerah itu menjadi danau yang berguna bagi masyarakat di sekitarnya.

Bahkan, doa Raja Siliwangi menjadi kenyataan. Sekarang, Telaga Remis tidak hanya bisa menjadi sumber air bagi penduduk setempat, tetapi juga telah berubah menjadi tujuan wisata yang mampu membawa pengunjung lebih dekat ke alam. Di area seluas 3 hektar, Anda bisa menjelajahi kawasan hutan di sekitar danau, yang dihuni oleh ratusan spesies tanaman seperti pohon malaka, rosewood, dan kosambia. Danau Remis juga dilengkapi dengan sejumlah fasilitas tambahan seperti berkemah, kamar mandi, lumbung, bilik dan tempat parkir.

9. Tolok Ukur Setu

Setu Pegok

Setu Pegok

Warga setempat menyebut Danau Toba Setu Patok Cirebon. Tentu saja, karena Setu Patok bisa disebut danau terbesar di dalam dan sekitar Cirebon. Danau Setu Patok sering digunakan sebagai tempat untuk bersantai dan berburu foto untuk penduduk setempat. Tujuan wisata di Cirebon ini paling banyak dikunjungi di sore hari berkat pemandangan matahari terbenam yang indah.

Pemandangan danau ini luas dan dikelilingi oleh perbukitan, bukan satu-satunya daya tarik yang dimiliki Setu Patok. Di lokasi wisata di Cirebon ini, pengunjung dapat mencoba berbagai kegiatan menarik, seperti memancing, piknik, atau berkeliling danau dengan perahu motor. Akses ke Setu Patok juga sangat mudah berkat lokasi di pantai utara area Mundu, dan hanya 30 menit berkendara dari pusat kota Cirebon.

10. Pusat Batik Trusmi

Pusat Batik Trusmi

Pusat Batik Trusmi

Daerah Trusmi terkenal dengan rumah kerajinan batiknya. Sekarang daerah itu telah berubah menjadi tujuan budaya dan wisata yang disebut Pusat Batik Trusmi. Seiring dengan Jalan Trusmi, Anda akan disuguhi berbagai galeri kelelawar Cirebon yang terkenal dengan motif mega mendung dan pola cerah namun lembut.

Di tujuan wisata Cirebon ini, Anda tidak bisa hanya berburu oleh-oleh khas batik Cirebon. Beberapa galeri batik bahkan menawarkan kursus batik untuk wisatawan yang tertarik mencoba menggambar motif batik khas Cirebon. Selain membuat batik, pengunjung juga akan diundang untuk melukis topeng serta belajar menari topeng di pusat pendidikan Batik Trust Center. Menarik, bukan?

11. Ekowisata Ciwaringin

Ekowisata Ciwaringin

Ekowisata Ciwaringin

Cirebon mungkin tidak memiliki banyak objek wisata alam seperti kawasan Kuningan atau Majalengka, sehingga keberadaan Ciwaringin Wanawisat bisa menjadi oasis bagi warga Cirebon yang mendambakan lanskap hijau. Terletak di perbatasan wilayah Cirebon dan Majalengka, Ciawingin Wanawisata menawarkan pemandangan hutan hijau serta danau, yang biasa digunakan sebagai tempat memancing.

Pemandangan gunung kapur yang berkilauan yang satu ini juga memberikan daya tarik dari tempat wisata di Cirebon. Tidak hanya itu, ada juga arena motorcross di area Ciwaringin Wanawisat untuk pecinta tantangan. Ada juga sejumlah fasilitas tambahan seperti kamar mandi, tempat parkir, tempat ibadah dan akomodasi yang memastikan bahwa kegiatan wisata pengunjung tetap menyenangkan.

12. Hutan Biru

Hutan Plangon

Hutan Plangon

Hutan Plangon dapat menjadi tempat wisata yang unik dan sakral bagi penduduk Cirebon dan sekitarnya. Hutan ini dikatakan sebagai tempat pengasingan dua pangeran dari Istana Cirebon. Banyak juga yang mengatakan kedua pangeran dimakamkan di Hutan Plangon. Tidak heran jika begitu banyak pengunjung datang ke Hutan Plangon untuk menuju kuburan kedua tetua Cirebon.

Kawasan hutan, yang terletak sekitar 3 kilometer dari pusat kota, dihuni oleh ratusan monyet dan beragam flora. Pengunjung yang tiba di tempat wisata Cirebon dapat bergaul dengan monyet lokal atau hanya memberikan makanan. Namun, ingatlah bahwa sebagian besar monyet di Hutan Plagon agresif dan tidak dapat diterima teman. Jadi, cobalah untuk berhati-hati dan tidak mengganggu habitat monyet di sana, ya. Hutan Monyet Plangon terletak di Jalan Bumi Babakan Indah, Cirebon, dan dapat dicapai dalam waktu sekitar 45 menit dengan pusat kota.

13. Desa Wisata Cikalahang

Desa Wisata Cikalahang

Desa Wisata Cikalahang

Warga Cirebon dan sekitarnya sering menjadikan ini tempat liburan bersama keluarga besar. Desa wisata Cikalahang dikenal sebagai tempat ikan bakar yang menawarkan pemandangan alam pegunungan yang unik. Pengunjung bahkan dapat menangkap ikan mereka sendiri, yang akan diolah menjadi makanan lezat.

Namun, jangan salah, meski dikenal sebagai tempat wisata memancing dan kuliner, Desa Wisata Cikalahang masih menawarkan banyak tempat wisata bagi setiap pengunjung. Kehadiran perahu wisata, rumah kos dan kolam renang dapat mencoba mencerahkan liburan Anda bersama keluarga.

Resor Cikalahang berjarak sekitar 2 kilometer dari kota Sumber, pusat administrasi Kabupaten Cirebon, tepat di kabupaten Dukupuntang. Lokasinya tidak terlalu jauh dari Danau Remis dan mudah diakses oleh kendaraan pribadi.

14. Kemenangan Pesisir

Pantai Kejawan

Pantai Kejawan

Pantai Kejawan dapat menjadi tempat wisata alternatif di Cirebon bagi Anda yang kurang memiliki suasana cahaya pantai dan percikan air laut. Meskipun kondisinya relatif kurang terpelihara dibandingkan dengan pantai lain seperti yang ada di Bali, banyak warga menghabiskan sore di Pantai Kejangkap untuk bersantai di sepanjang pantai sambil menikmati kopi dan makanan ringan.

Anda juga bisa naik perahu motor untuk berwisata ke daerah pantai Kejapai hanya dengan membayar biaya sewa Rp15.000-Rp20.000. Pantai Kejawan juga memiliki tempat-tempat menarik yang bisa dijadikan objek untuk foto Anda.

15. Lapangan Pengacara

Lapangan Hukum

Lapangan Hukum

Alun-Alun Kejaksaan adalah kumpul-kumpul favorit warga Cirebon. Pada malam hari, banyak toko makanan dan minuman buka di sepanjang tempat wisata ini di Cirebon. Lampu yang berkedip juga menambah kehidupan malam yang semarak di alun-alun.

Area alun-alun juga sering digunakan sebagai tempat lari berkat luasnya lahan yang luas. Setiap hari Minggu, Law Square dan Jalan Siliwangi dipenuhi oleh pengunjung yang ingin menghabiskan hari Minggu pagi di acara bebas mobil.

Tepat di sebelah alun-alun adalah Masjid Agung At-Taqwa, yang merupakan masjid terbesar di kota Cirebon. Turis sering mengunjungi masjid ini untuk menyumbangkannya atau bahkan untuk melihat Cirebon dari menara.

sumber : anekatempatwisata.com

About Wisata

Check Also

Kebun Teh Ciater

10 Tempat Wisata di Subang yang Wajib Dikunjungi

Apakah Anda merasa lelah setelah bekerja sepanjang minggu? Mungkin sudah waktunya untuk menghilangkan kepenatan dan …

Alas Purwo 3

Taman Nasional Alas Purwo, Hutan Tertua Pulau Jawa yang Penuh Misteri

Kota Banyuwangi di Jawa Timur dikenal karena wisata pantainya yang indah dan cocok untuk tempat …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.